Berita terkini

TEMUAN YLKI: HAMPIR SEMUA MEREK PEMBALUT DAN PENTILINER DI PASARAN MENGANDUNG ZAT KLORIN, DAN TANGGAPAN RESMI YLKI ATAS PERNYATAAN KEMENKES

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) baru saja (7 juli 2015) meluncurkan hasil penelitian yang menemukan adanya pemakaian zat klorin atau pemutih di sebagian besar pembalut dan pantyliner yang beredar di dalam negeri. Penelitian dilakukan pada Desember 2014-Januari 2015 dengan menggunakan sample pembalut dan pantyliner yang kerap digunakan konsumen wanita Indonesia.

            

Ketua Harian YLKI, Tulus Abadi, menjelaskan zat kimia tersebut adalah klorin.  “Dari penelitian, ternyata pembalut yang banyak beredar di pasaran itu pada dasarnya tidak 100% kapas murni, tetapi terdiri dari campuran bubuk kayu, dan limbah pakaian yang mengandung klorin” Kata Tulus di Kantor YLKI, Pancoran, Jakarta, Selasa 7 Juli 2015.

Peneliti dari YLKI, Arum Dinta, menuturkan bahwa klorin sangat berbahaya bagi kesehatan reproduksi. Selain keputihan, gatal-gatal, dan iritasi, klorin juga dapat menyebabkan kanker. "Klorin bersifat racun dan bisa menyebabkan iritasi. Klorin biasa digunakan sebagai pemutih pada produksi kertas, pakaian dan sejenisnya. Klorin memang tidak bisa dilihat secara kasat mata, jadi kami lakukan penelitian uji laboratorium dengan metode spektrofotometri," ucap Arum.


Mengamini pernyataan Arum, Tulus berkata, "Klorin itu terdapat dalam dioksin yang bersifat karsinogenik. Menurut WHO, ada 52 juta berisiko terkena kanker serviks, salah satunya dipicu oleh zat dalam pembalut.” Beliau juga menyampaikan, "Dalam satu bulan saja ada 1,4 miliar sampah pembalut." kata Tulus, Ketua Harian YLKI.

Bahayanya, sekitar 52 persen produsen tidak mencantumkan komposisi zat pembalut dan pantyliner pada kemasannya. "Kasus tersebut melanggar Pasal 4 Undang-Undang Perlindungan Konsumen Nomor 8 Tahun 1999, yang berisi hak yang mendasar bagi konsumen adalah hak atas keamanan produk, hak atas informasi, hak untuk memilih, hak didengar pendapat dan keluhannya, hak atas advokasi, pembinaan pendidikan, serta hak untuk mendapatkan ganti rugi," papar Arum.


Pemerintah sebenarnya telah melansir bahwa klorin adalah zat berbahaya melalui Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 472/MENKES/PER/V/1996. Kendati demikian, menurut Arum, tidak ada regulasi yang melarang adanya kandungan klorin dalam pembalut. Arum pun mendorong pemerintah untuk segera mengeluarkan regulasi pelarangan tersebut. "Merujuk pada FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat), seharusnya ada aturan pembalut harus bebas klorin," kata Arum.

Peneliti YLKI Arum Dinta mengungkapkan pihaknya mengambil sampel dari 9 pembalut dan 7 pantyliner bermerek cukup ternama di dalam negeri. Semuanya mengandung klorin. "Ada sembilan merek pembalut dan tujuh pantyliner yang mengandung klorin yang bersifat racun," ujar peneliti dari YLKI, Arum Dinta, dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (7/7). "Metode yang dilakukan uji lab yaitu secara spektrofotometri di lab TUV NORD Indonesia yang sudah terakreditasi," ujar Arum kepada wartawan di Kantor YLKI, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (7/6).

Dari hasil penelitian tersebut, ditemukan bahwa pembalut yang mengandung klorin paling banyak adalah merek CHARM dengan 54,73 ppm. Menyusul di belakang CHARM, Nina Anion menempati posisi kedua dengan kandungan klorin sebanyak 39,2 ppm. Merek My Lady berada di posisi ketiga dengan kandungan klorin 24,4 ppm dan menyusul di bawahnya VClass Ultra dengan 17,74 ppm. Sementara itu, Kotex, Hers Protex, LAURIER, Softex, dan SOFTNESS juga masuk dalam daftar dengan kandungan klorin 6-8 ppm. Selain pembalut, kandungan klorin juga ditemukan pada tujuh merek pantyliner, yaitu V Class, Pure Style, My Lady, Kotex Fresh Liners, Softness Panty Shields, CareFree superdry, LAURIER Active Fit.

                 

Terhadap temuan dan pernyataan YLKI ini, pemerintah melalui Kemenkes telah menanggapi hal itu dan menyatakan bahwa pembalut yang beredar sudah sesuai standart (SNI). Sebagaimana disayangkan YLKI, sampai saat ini pemerintah belum membuat regulasi yang mengatur agar dalam SNI mencantumkan pelarangan zat klorin di pembalut sebagimana yang sudah dilakukan di negara maju misalnya balai POM nya Amerika (FDA). Disinilah pentingnya konsumen untuk secara bijak dan cerdas mengambil keputusan dan langkah yang tepat demi menyelamatkan mahkotanya dan juga generasi bangsa.

 

Pernyataan Resmi YLKI (Sumber: ylki.or.id)

Tanggapan YLKI kepada Kemenkes yang Menyatakan Aman Pembalut Berklorin

 

Tiga hari yang lalu YLKI telah melaunching hasil uji laboratorium terhadap pembalut wanita dan pantyliner. Terdapat 9 (Sembilan) merek pembalut dan 7 (tujuh) merek pantyliner yang semuanya mengandung klorin, dengan kadar yang sangat tinggi, rerata 06-55 ppm (untuk pembalut). YLKI mendalilkan bahwa klorin sangat berbahaya bagi kesehatan reproduksi perempuan, karena bersifat iritatif, bahkan karsinogenik. Namun, atas hasil uji laboratorium tersebut, kemenkes menyatakan sebaliknya, bahwa klorin pada pembalut dinyatakan aman, dan tidak karsinogenik. Kemenkes juga meminta YLKI agar mengonfirmasi lagi hasil penelitiannya tersebut.

Berikut ini tanggapan balik YLKI terhadap sikap dan pernyataan Kemenkes terhadap hasil uji lab YLKI:

1. Bahwa YLKI telah mengonfirmasi hasil penelitian tersebut, jauh-jauh hari sebelum hasil penelitian dilaunching ke publik. YLKI telah mengirimkan surat konfirmasi sejak 06 April 2015. Tetapi hingga hasil penelitiannya dilaunching (06 Juli 2015), Kemenkes tidak memberikan tanggapan/respon apapun terhadap surat dimaksud.

2. Bahwa hasil penelitian YLKI terhadap pembalut tersebut, justru untuk mendukung regulasi yang dibuat oleh Kemenkes, yakni Permenkes No. 472 Tahun 1996 tentang pengamanan dan pengawasan bahan berbahaya, yang salah satunya adalah klorin. Dalam Permenkes tersebut tidak menyebutkan bahwa klorin berbahaya jika dikonsumsi (ditelan ke mulut), tetapi berbahaya secara umum dalam penggunaan, karena klorin adalah bahan beracun dan iritatif. Jadi pernyataan Kemenkes bahwa klorin pada pembalut adalah aman, justru bertentangan dengan regulasi yang dibuat Kemenkes itu sendiri. Kemenkes tidak konsisten dan menabrak aturan yang dibuatnya!

3. Sebagai bahan yang beracun dan iritatif, tentunya ada batas maksimum saat digunakan, sehingga bisa dinyatakan aman. Tetapi, ironisnya Kemenkes justru menyatakan aman pembalut berklorin, tanpa batas aman sedikitpun. Aneh bin ajaib! Ini menandakan Kemenkes terlalu melindungi kepentingan industri pembalut, dan abai terhadap kesehatan publik, abai terhadap kesehatan konsumen sebagai pengguna pembalut;

4. Banyak dokter kandungan (ginekolog) yang tegas menyatakan bahwa klorin (via media pembalut yang digunakan) sangat berbahaya bagi kandungan dan alat reproduksi perempuan. Klorin bagi alat reproduksi perempuan bukan hanya bisa menimbulkan gatal-gatal, iritatif, tetapi juga bisa menimbulkan infertilitas (kemandulan) dan bahkan kasinogenik;

5. YLKI mendukung dan mendesak, rencana Badan Standardisasi Nasional (BSN) yang akan merevisi SNI tentang pembalut. YLKI meminta agar SNI wajib pada pembalut memasukkan klorin sebagai bahan terlarang pada pembalut. Setidaknya ada ambang batas maksimum. Misalnya, FDA (Amerika Serikat) merekomendasikan bahwa batas maksimum klorin pada pembalut adalah 0,1 ppm.

6. Saat ini, pembalut nyaris menjadi kebutuhan pokok bagi perempuan. Terbukti, dari sekitar 118 juta perempuan di Indonesia, yang 67 jutaan adalah wanita subur (masih mentruasi dan pengguna pembalut), maka diperkirakan tak kurang dari 1,4 miliar pembalut/per bulan, yang digunakan oleh perempuan Indonesia.

Demikian, rilis tanggapan YLKI terhadap pernyataan Kemenkes terhadap hasil uji lab pembalut oleh YLKI.

Jakarta, 09 Juli 2015

___________________________________________________________________________________

Dengan fakta ini, semua wanita pemakai pembalut harus benar-benar berhati-hati memilih pembalut dan pentiliner. Salah satu pembalut yang bebas klorin adalah AVAIL, pembalut ini sudah menjadi Brand Pembalut Sehat, yaitu pembalut sehat yang paling banyak dipakai di Indonesia, dan sudah lebih dari 5 tahun dipakai diberbagai Negara. Banyak dokter, bidan, bahkan rumah sakit tingkat dunia merekomendasikan AVAIL untuk pembalut sehat. Selain Resmi dan Aman, pembaut AVAIL memiliki manfaat yang banyak untuk kesehatan. Silahkan pelajari komposisi dan manfaat pembalut Avail di website ini, juga kesempatan Anda untuk mendapatkan keuntungan sebagai Konsumen Mitra. Jutaan orang akan segera berpindah ke pembalut sehat, jadilah orang yang mendapatkan berkah dari bisnis mulia ini. Patikan Anda berada di Grup yang Tepat. Selamat SEHAT-SEJAHTERA-MULIA.

 

(SUMBER BERITA YLKI:

ylki.or.id, cnn.com, news.detik.com, nasional.news.viva.co.id, republika.co.id, merdeka.com, health.liputan6.com)

Komentar

No Comment

tinggalkan komen

(*) Add text on the image
http://gfn1000.com/